• Tampak Depan Perpustakaan

    Tampak dari depan perpustakaan yang berada di lantai dua

  • Komputer Untuk Siswa

    Meja komputer untuk siswa untuk mengakses informasi

  • Ruang baca dan Ruang Referensi

    Ruang baca bagi siswa dan ruang koleksi referensi dan ruang audio visual serta jerman corner

Rabu, 07 Juni 2017

Humor Orang Madura

Ebook kumpulan humor - humor orang madura, gaya humor orang madura

download link

Terdampar di Rusia - Dinda Hidayanti


Privet! Kini telah launching secara online, Seri ke #2 dari  Terdampar di Rusia. Menghadirkan banyak cerita dari kota Rostov on Don yang berjarak 24 jam dari kota Moscow (dengan menggunakan kereta), semakin heboh dengan kedatangan Dita Cs, Dita adalah adik Dinda yang juga meraih beasiswa dari Federasi Rusia. Kejadian-kejadian baru yang konyol, haru dan aneh juga datang dari mahasiswa baru bernama “Kobel”. Bertambahnya Kobel dan warga baru di Kota Rostov menambah sensasi cerita tersendiri. Kisah si kobel yang kulitnya bersisik, hingga kejadian mengharukan saat Ompong -mahasiswa kedokteran, harus merasakan masuk rumah sakit di Rusia. Masih banyak lagi kisah baru dari buku “Terdampar di Rusia”  seri “Kedinginan di Rusia” yang seru dan heboh!   Selamat membaca! Salam Hangat, Dinda Hidayanti 



Sekotak Cokelat Novel

Apa yang selama ini kita sebut sebagai suatu kesadaran, seringkali justru digerakkan oleh kekuatan alam bawah sadar kita. Itulah realitas yang sebenarnya. Namun, tidak banyak di antara kita yang menyadarinya. Hingga sebagian besar di antara kita terus larut bersama ketidaksadaran tersebut.
Kumpulan cerita yang ada di buku ini sungguh tidaklah biasa. Mungkin sudah banyak Anda membaca karya sastra, novel, cerpen atau puisi, tapi saya akan pastikan bahwa Anda belum pernah menelisik bentuk seperti yang terdapat di buku ini. Rimbunnya tak biasa dan belukarnya sukar diurai, maka kening yang berkerut sepanjang pembacaan buku ini niscaya akan terjadi.
Tapi, kalau Anda pernah menonton film ‘Sun Go Kong’ di televisi, pengembaraan Sun Go Kong -bersama guru dan saudara-saudara seperguruannya- mecari kitab suci tak pernah usai. Membaca buku ini mungkin Anda akan teringat kembali dengan berbagai falsafah kehidupan yang sering terlontar dari lisan Biksu Tong, guru Sun Go Kong di film tersebut. Namun demikian, cerita-cerita di buku ini tetap tidak bisa dikatakan ‘sealiran’ dengan film Sun Go Kong.
Maka, dengan keterbatasan pengetahuan saya perihal sastra dan literasi, setelah menuntaskan membaca buku ini, perkenankan saya untuk menyebut apa yang Ratu Marfuah rangkai ini sebagai sebuah genre baru dalam kesusastraan Indonesia dan atau mungkin juga Dunia!
Seringkali kita mendengar adanya seseorang atau penulis tertentu yang disebut memiliki imajinasi liar. Tapi, kali ini saya akan bersaksi bahwa Ratu Marfuah tidak hanya sekedar liar. Namun, perempuan yang lahir, membesar dan tinggal di tanah Banten ini adalah penulis gila! Bahkan seorang Sujiwo Tejo pun menurut saya, tidak lebih gila dari Ratu Marfuah. Sekali lagi, walau saya telah berhari-hari membaca semua naskah yang penulis berikan ke saya, saya tetap tidak bisa memastikan maksud sesungguhnya yang diinginkan penulis. Entahlah, dengan pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih dalam, mungkin Anda akan memperoleh kesimpulan yang lebih utuh dari saya.
Namun secara garis besar, secara umum, sebenarnya Ratu Marfuah sedang mengajak kita untuk memahami, menerima dan menjalani takdir sebagaimana harusnya. Untuk pesan itu, penulis tidak mengutip ayat-ayat suci atau pun teks-teks bijak dari para cerdik pandai, karena narasi dan diksi yang disuguhkannya seakan merupakan jelmaan dari berbagai kutipan ayat dan ungkapan suci.
Maka, baca buku ini, cerna, pahami dan simpulkan. Anda akan memperoleh kesadaran baru tentang realitas kehidupan. Pun Anda akan mendapatkan apa yang saya sebut sebagai sastra logika kimia. Saya berharap penulis buku ini meniatkan semua yang ditulisnya sebagai karya ibadah, tulus karena Sang Pemilik semua yang nampak atau pun yang tak nampak di Jagad ini, Allah ‘Azza wa Jalla!
Di Udara Antara Kuala Lumpur – Surabaya, 23 Juli 2013
Abrar Rifai – Penulis Novel Laila

Ebook Tanah Palestina dan Rakyatnya

Palestina, Negeri yang Subur
Sejak awal berkembangnya Zionisme hingga sekarang, Zionis telah mempropagandakan mitos bahwa orang-orang Palestina tidak tinggal di Palestina sampai setelah wilayah itu dibangun oleh kaum Zionis. Slogan yang sering didengungkan oleh kalangan Zionis adalah a land with no people is for a people with no land, (Palestina adalah) tanah tanpa penduduk yang diperuntukkan bagi bangsa yang tidak memiliki tanah. Roger Garaudy dalam bukunya mengutip perkataan salah satu tokoh Zionis, Golda Meir, “Tidak ada yang disebut orang Palestina… Kami bukan mendatangi negeri mereka lalu mengusir mereka dan merebut negeri mereka. Mereka tidak pernah ada.”Di antara contoh propaganda orang-orang Zionis terkait hal ini bisa dilihat di salah satu situs yang dikelola kaum Zionis , yang menulis, “Kaum Yahudi telah memulai imigrasi ke Palestina pada tahun 1880-an untuk membebaskan tanah itu dari rawa-rawa dan malaria, dan mempersiapkan kelahiran Israel. Usaha kaum Yahudi untuk menghidupkan tanah itu menarik imigran Arab dari kawasan sekitar dalam jumlah yang sama banyak (dengan jumlah imigran Yahudi). Mereka datang ke Palestina karena kesempatan kerja dan kondisi hidup yang lebih sehat.”
Untuk menjawab kebohongan klaim-klaim seperti ini, kita bisa melihat laporan hasil produksi pertanian di Palestina tahun 1944-1945 yang ditulis dalam dua buku resmi Mandat Inggris berjudul Survey of Palestine. Buku ini disusun oleh Mandat Inggris sebagai laporan kepada Komite Khusus PBB untuk Palestina (United Nation Special Committee on Palestine-UNSCOP) . Salah satu item dalam laporan itu adalah:
– Produksi pertanian orang Palestina (gandum, sayuran, buah-buahan, zaitun,dll) 1944-1945: 690.548 ton atau 71.25% dari total produksi pertanian, dengan luas tanah 92.8% dari total luas tanah pertanian.
– Produksi pertanian orang imigran Yahudi (gandum, sayuran, buah-buahan, zaitun, dll) 1944-1945: 278,607 atau 21.60% dari total produksi pertanian, dengan luas tanah 7,20 % dari total luas tanah pertanian.

Dari data singkat di atas, sudah bisa dibayangkan situasinya: penduduk asli menanam lebih banyak daripada orang-orang Yahudi yang datang berimigrasi dari Eropa. Hal ini juga bisa dipahami, karena para imigran dari Eropa itu tidak terbiasa bertani, masa lalu mereka adalah di negara-negara industri. Padahal, pada saat yang sama, para imigran Yahudi menerima banyak subsidi dan bantuan teknik pertanian dari Jewish National Fund, sementara penduduk asli Palestina bertani dan berkebun tanpa bantuan apapun dari pemerintahan lokal. Perlu diketahui pula bahwa jeruk hasil perkebunan Palestina saat itu juga diekspor ke Eropa oleh orang-orang Palestina sendiri.
Pada tahun 1891, Ahad Ha’Am (penulis terkemuka Yahudi dari Eropa Timur) menuliskan laporannya setelah mengunjungi Palestina selama tiga bulan, “Kita di luar negeri selalu mengira bahwa Israel Raya saat ini adalah tanah yang tandus dan gersang; padang pasir yang tak berpohon… Tapi, kenyataannya ternyata tidak demikian. Di seluruh penjuru negeri, sulit ditemukan tanah yang tidak ditanami. Hanya bukit pasir dan gunung batu yang tak menghijau.”
Segera setelah Al Nakba, kebun dan ladang-ladang pertanian, terutama zaitun dan jeruk, dihancurkan oleh tentara Zionis. Sebagian alasannya adalah karena ladang zaitun dan jeruk memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk memeliharanya,; alasan lain adalah untuk menghilangkan jejak keberhasilan orang-orang Palestina dalam menghijaukan tanah itu, demi membuktikan mitos-mitos bahwa, “Palestina adalah gurun pasir belaka dan orang-orang Yahudilah yang membangunnya.”
(Ahmadinejad on Palestine, hlm 94-97)

Selasa, 06 Juni 2017

Arrow’s of The Queen – Mercedes Lackey

Talia, a young runaway, is made a herald at the royal court after she rescues one of the legendary Companions. When she uncovers a plot to seize the throne, Talia must use her empathic powers to save the queen.

download link

Arrow’s Flight – Mercedes Lackey

FOR USE IN SCHOOLS AND LIBRARIES ONLY. Continues the story of Talia. Having mastered the powers necessary to a guardian of the kingdom, she faces the final preparation for her initiation as adviser and protector of the Queen.
"synopsis" may belong to another edition of this title.
 
download link

Arrow’s Fall – Mercedes Lackey

 
With Elspeth, the heir to the throne of Valdemar, come of marriageable age, Talia, the Queen's Own Herald returns to court to find Queen and heir beset by diplomatic intrigue as various forces vie for control of Elspeth's future.
But just as Talia is about to uncover the traitor behind all these intrigues, she is sent off on a mission to the neighboring kingdom, chosen by the Queen to investigate the worth of a marriage proposal from Prince Ancar.

download link.