• Tampak Depan Perpustakaan

    Tampak dari depan perpustakaan yang berada di lantai dua

  • Komputer Untuk Siswa

    Meja komputer untuk siswa untuk mengakses informasi

  • Ruang baca dan Ruang Referensi

    Ruang baca bagi siswa dan ruang koleksi referensi dan ruang audio visual serta jerman corner

Kamis, 06 September 2018

Donny Dhirgantoro - Novel 5 cm

Donny Dhirgantoro - Novel 5 cm
Donny Dhirgantoro - Novel 5 cm
Bestseller book di Gramedia Bookstore selama 2 tahun berturut-turut!

Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun. Mereka adalah Arial yang paling tampan, Riani sebagai satu-satunya wanita dalam kelompok itu, Zafran yang berlagak seperti seorang penyair, Ian yang paling subur badannya, dan Genta yang dianggap sebagai leader dalam kelompok itu. Kegemaran mereka adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal, mulai dari kafe paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancap. Semuanya penggemar film, dari film Hollywood sampai film yang nggak kelas—kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia atau masalah pasti ada jalan keluarnya, tapi bukan dalam bentuk joget.

Suatu saat, karena terdorong oleh rasa bosan di antara satu dan yang lain, mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah itulah telah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya. Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan Cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

“Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda….”

Selasa, 04 September 2018

Dyan Sheldon - And Baby Makes Two - Bila Kelak Aku Dewasa

Dyan Sheldon - And Baby Makes Two - Bila Kelak Aku Dewasa
Dyan Sheldon - And Baby Makes Two - Bila Kelak Aku Dewasa
DALAM banyak hal, tanggal 25 Oktober sama saja seperti hari-hari lainnya, dan itu berarti, hari itu dimulai dengan pertengkaranku dengan ibuku, dan berlanjut dari sana.

Pertengkaranku dengan ibu dipicu tidak adanya susu untuk teh. Seperti biasa, itu salahku. Tidak pernah salah Hillary. Hanya Tuhan yang tahu, siapa yang dia jadikan bulan-bulanan pelampiasan kekesalannya dulu, waktu belum ada aku, karena dia selalu saja menimpakan kesalahannya padaku. Gara-gara pertengkaran itu, lagi-lagi aku terlambat masuk sekolah. Mr. Cox, guruku, memberiku hukuman.

Kebahagiaan ini milikku. Memang inilah yang kuinginkan sejak dulu. Tambahan lagi, punya bayi jauh lebih asyik daripada ikut ujian."

Lana Spiggs sudah bosan dengan perlakuan semua orang yang selalau memerintahkannya melakukan ini-itu: ibunya, guru-gurunya... Lana ingin cepat dewasa, punya rumah sendiri, suami dan anak-anak -- dengan begitu, tidak ada lagi orang yang bisa menyuruhnya dia seenaknya.

Kemudian, di hari ulang tahunnya yang kelima belas, Lana bertemu Les. Dia tahu, cowok itulah pria idamannya, jadi ketika dirinya hamil, dia merasa semua keinginannya terkabul. Tapi apakah impian Lana tentang Keluarga Bahagia seindah kanyataannya?

Selasa, 14 Agustus 2018

Download Novel Senja, Hujan, dan Cerita yang telah usai

Download Senja Hujan dan Cerita yang telah usai Boy Candra

Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan . untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga pernash mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk kita. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada di posisi kamu saat ini. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tuangan petualangan panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan, mulailah menata rindu yang baru. Katakan kepada masa lalu: kita adalah cerita yang telah usai.

Silahkan download ebook melalui tombol dibawah:

Kamis, 02 Agustus 2018

Download Ebook Islamku, Islam Anda, Islam Kita - Abdurrahman Wahid





Bahwa “Tuhan tidak perlu dibela”, itu sudah dinyatakan oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam suatu tulisannya yang kemudian menjadi judul salah satu buku kumpulan karangannya yang diterbitkan beberapa tahun lalu.

Tapi, bagaimana dengan umat­Nya atau manusia pada umumnya?
“Merekalah yang sebenarnya justru perlu dibela” ketika mereka menuai ancaman atau mengalami ketertindasan dalam seluruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama. Konsekuensi dari pembelaan, adalah kritik, dan terkadang terpaksa harus mengecam, jika sudah melewati ambang toleransi. “Pembelaan”, itulah kata kunci dalam esai­esai kumpulan tulisan Abdurrahman Wahid kali ini. Maka, bisa dikatakan, esai-­esai ini berangkat dari perspektif korban, dalam hampir semua kasus yang dibahas. Wahid tidak pandang bulu, tidak membedakan agama, etnis, warna kulit, posisi sosial, agama apapun untuk melakukannya. Bahkan, Wahid tidak ragu untuk mengorbankan image sendiri—sesuatu yang seringkali menjadi barang mahal bagi mereka yang merasa sebagai politisi terkemuka— untuk membela korban yang memang perlu dibela.


Identitas Buku
Penerbit: The Wahid Institute
Kata Pengantar: M. Syafi’i Anwar
Cetakan: 1/2006
ISBN: 979 - 98737- 0 – 3
Baca dan Download: Google Drive

Download Ebook Agama dan Bayang-Bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari

Agama dan Bayang-Bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari
Buku ini menyajikan tokoh Syaikh al-Haj Yusuf Abu al- Mahasin Hadiyatullah al-Taj al-Khalwati al-Maqashshariy atau lebih dikenal sebagai Syaikh Yusuf Al-Makassari. Gelar syaikh yang disandang putra Makassar ini memiliki makna universal, yang dalam sejarah Nusantara berhubungan dengan ulama yang menguasai dunia tasawuf. Ia adalah tokoh historis yang mengembangkan ajaran etika religius dalam dakwahnya. Ajarannya bersumber dari kitab suci, tradisi, dan pemikiran tokoh- tokoh sejarah. Ia berhasil membawa Islam sebagai agama yang berkembang di dalam masyarakat yang majemuk, yang kaya akan pandangan-pandangan atau nilai-nilai tradisional.

Pijakan utama etika religius Syaikh Yusuf bersumber dari konsepsi Al-Qur’an tentang manusia dan kedudukannya di dalam alam semesta. Konsep teologi yang digunakan bercorak sufisme. Menurutnya, “hakikat manusia sebagai bayangan Tuhan di muka bumi” disebut sebagai konsep Al-Insan Al-Kamil. Konsep ini berfokus pada spiritualitas yang dapat mengantar manusia ke alam Ilahiah (alam ketuhanan), melalui potensi batin yang dimilikinya.

Selama hidupnya, Syaikh Yusuf telah menghasilkan puluhan karya/naskah, yang fokus utamanya adalah tasawuf dan etika dakwah. Di dalam karya-karyanya juga, Syaikh Yusuf mengulas tentang kaifiyat dzikir, yaitu dzikir yang mencakup etika religius lahir dan batin, sebagai pancaran kesempurnaan tauhid, makrifat, dan ibadah. Ia juga menjelaskan tentang makna kalimat tauhid La ilaaha illa Allah. Dalam kitab Mathalib  Salikin  misalnya, Syaikh Yusuf menekankan pentingnya memahami tauhid sehingga tidak mudah terjatuh pada kemusyrikan.

Syaikh Yusuf dikenal sebagai ulama pengembara untuk berguru kepada syaikh/ulama yang dikenal mumpuni. Setelah belajar agama di Makassar, kehausannya terhadap ilmu-ilmu agama dilanjutkan dengan mengembara ke daerah-daerah di Tanah Air terutama ke Banten dan Aceh, serta negara-negara Arab. Syaikh Yusuf meninggal di Cape Town Afrika Selatan setelah diasingkan oleh penjajah kolonial Belanda akibat dakwah dan perjuangannya bersama Sultan Banten. Selama empat tahun di Cape Town, Syaikh Yusuf berhasil membangun komunitas muslim yang solid, sehingga oleh pemerintah Afrika Selatan dinugerahi gelar pahlawan nasional.

Detail Buku:

Judul: Agama dan Bayang-Bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari
Penulis: Dr. Mustari Mustafa
Penerbit: LKis
ISBN: 979-25-5339-8
Baca-Download PDF: Google Drive

Download Ebook Tuhan, Maaf, kami sedang sibuk

Tuhan, Maaf, kami sedang sibuk oleh Ahmad Rifa'i Rif'an
Tuhan, harap maklumi kami,
manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk,
sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.
Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjemaah,
bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir,
berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat
memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith,
jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja
kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini
masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian
harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, jangankan
jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak.
Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu
untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan
waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba,
berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu. Tuhan, tolong,
jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami.
Karena kami masih terlalu sibuk.

***

Buku  ini  disusun  dengan  klasifikasi  berdasarkan  wilayah  kehidupan  yang  hendak dieksplorasi  oleh  penulis.  Diawali  dengan  bagian  Menata  Hati  Membenahi  Nurani, Anda akan diajak untuk bercengkerama tentang pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh wilayah jiwa. Bahasan dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi trik dan tip Islam untuk menggapai kesuksesan dalam wilayah keluarga. Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, Anda akan diajak memaknai ulang seluruh aktivitas pekerjaan kita sebagai media penghambaan diri  kepada  Sang  Pencipta.  Buku  ini  ditutup  dengan  bagian  Memperkokoh  Semangat dan Visi Hidup yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan.

Buku ini tidak hanya menjadi media perenungan untuk memasuki wilayah sakral dalam  lubuk  sanubari  kita,  namun  juga  memberi  pancaran  inspirasi,  ilmu,  serta semangat yang menggugah dan mencerdaskan.

Detail Buku:

Judul: Tuhan, Maaf, kami sedang sibuk
Penulis : Ahmad Rifa’i Rif’an
Penerbit: PT Elexmedia Komputindo - Cetakan ke‑13: 2015
ISBN: 978‑602‑02‑5666‑5
Jumlah Halaman: 388
Besar File: 5,27Mb
Baca- Download: Google Drive

Kamis, 12 April 2018

Donna Rosamayna - U!

Donna Rosamayna - U!
Donna Rosamayna - U!
Prolog

SENJA itu langit tampak kelabu, hujan turun rintik-rintik membasahi tiap sentimeter tanah disekitarnya.Orang-orang berpakaian hitam mengelilingi peti cokelat muda berpelitur indah. Wajahmereka tampak sedih. Banyak di antara mereka meneterkan airmata. Bahkan ada yangmenangis tersedu-sedu.“Semua yang berasal dari Dia... akan kembali kepada Dia...,” ujar seorang pendeta penuhhikmat. Orang-orang itu mengangguk-angguk sedih.Tiba-tiba...Seorang anak berusia empat tahun berlari-lari kecil menyeruak kerumunan orang. Dengancuek dia mencolek-colek orang-orang yang sedang bersedih itu.“Eh... eh... kok semuanya pada nangis sih? Hujan nih...”Seorang ibu tersenyum, lalu mengelus kepala anak kecil itu. Kalau tega sih, sebenarnya anakitu pantas dicubitkarena mengganggu khotbah pendeta... tapi...“Pa... Papa... Mama mana?” ujar anak itu lagi sambil berlari menghampiri papanya, menarik-narik ujung baju hitam pria itu tidak sabaran.Laki-laki yang dipanggil “Papa” itu bernama Marcello. Ia memaksakan diri tersenyum padagadis kecil di sampingnya. Ia mengulurkan kedua tangannya, mengizinkan si anak naik dalamgendongannya.“Lilia sayang... Mama... Mama pergi ke surga!” ujar Papa Lilia terbata-bata. Wanita disebelah lelaki itu menitikkan air mata mendengarnya.Gadis kecil itu menatap ayahnya bingung. Kedua bola mata jernihnya membulatmemandang papanya.“Surga itu di mana, Pa? Jauh, gak?”Lelaki itu menghela napas, menahan perasaan sedih dan harunya. “Jauh, Sayang!”“Jauh mana sama rumah Eyang?” tanya gadis kecil itu lagi. Kebetulan eyangnya memangtinggal di Belanda.“Lebih jauh lagi...”Anak itu menghela napas kecewa. “Yaaaah... kalau gitu... Lilia gak bisa ketemu Mama lagidooong! Ketemu Eyang aja Lilia gak pernah karena rumah Eyang jauh...”Papa Lilia merasa sebutir air matanya menetes.“Mama jahat! Mama jahat! Lilia sebel sama Mama... Huaaa...”Lilia mulai menangis meraung-raung. Semua orang di situ memandang dengan prihatin.Dada mereka sesak. Sang Ayah berusaha menenangkan putrinya.“Lilia... jangan nangis dong, Sayang!” Papa Lilia mengusap air mata yang mengalir deras diwajah mungil anaknya. “Bisa kok... Suatu hari nanti kamu bisa ketemu Mama lagi, Sayang!”Anak itu menengadah, memandang ayahnya penuh harap. “Bener, Pa?”“I... iya, Sayang!”Lilia tersenyum. Wajahnya langsung berbinar-binar.“Nanti kita ke surga naik pesawat ya,Pa... Lilia gak takut ketinggian kok!” ujarnya dengan yakin sambil menepuk dada.