• Tampak Depan Perpustakaan

    Tampak dari depan perpustakaan yang berada di lantai dua

  • Komputer Untuk Siswa

    Meja komputer untuk siswa untuk mengakses informasi

  • Ruang baca dan Ruang Referensi

    Ruang baca bagi siswa dan ruang koleksi referensi dan ruang audio visual serta jerman corner

Rabu, 12 Juli 2017

Rona Kehidupan Novel



Rona Kehidupan adalah buku elektronik pertama yang ditulis oleh Menning Alamsyah. Buku ini berisi kumpulan cerita pendek yang sudah dimuat di berbagai media, baik media online maupun media cetak seperti Malang Post. E-book dengan judul Rona Kehidupan ini adalah bukti perjalanan penulis di dunia menulis.
Cerpen-cerpen yang termuat dalam e-book ini mengisahkan tentang rona kehidupan yang harus kita cecap. Liku-liku hidup yang selalu indah dan tak selamanya apa yang kita inginkan akan kita dapatkan. Keprihatinan penulis kepada Lesbian yang coba ia tulis pada diri Hika, kesedihan seorangisteri yang sering berbohong terwakili diri Amelia, keberanian mengatakan kebenaran pada diri Rani, sekelumit kisah anak jalanan pada diri Rifki dan Naina, serta kesetiaan cinta pada Nadya dan rindu yang datangnya di saat yang tak tepat.
Inilah barngkali yang coba penulis sampaikan lewat tulisannya, bahwa kehidupan ini penuh rona-rona beraneka ragam. Ada kesedihan, kerinduan, kebenaran, kepedulian, kepekaan, dan nilai - nilai lain yang dimana pun dengan mudah dengan mudah kita temukan.

download buku disini

Dilan # 3

Sinopsis:

Dilan memberi penggambaran lain dari sebuah penaklukan cinta & bagaimana indahnya cinta sederhana anak zaman dahulu. @refaniris

Cuma satu yang kuinginkan, aku ingin cowok seperti Dilan. @_SLovaFC

Dilan brengsek! Dia selalu tahu caranya menjadi pusat perhatian, bahkan ketika jadi buku, setiap serinya selalu ditunggu. @Tedy_Pensil

Membaca Dilan itu seperti jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi. Ah, indah, deh. Rasanya gak akan pernah bosan membacanya. @agungwyd

Bukan cuma sekadar novel, tapi bisa menjadikan yang malas baca jadi mau baca. @cobra_iqq

Kisah cintanya gak lebay. Dilan tahu bagaimana memperlakukan wanita. Novelnya keren, bahasanya gak bertele-tele. @AH_DILAN

Terima kasih Dilan telah menginspirasiku lewat ceritamu bersama Milea. Terima kasih Surayah, novelmu seru. @EnciSrifiyani

Dari Dilan kita belajar mengistimewakan wanita, romantis yang gak kuno, bahkan menjadi ayah & bunda yang hebat :) @ginaalna

Kurasa Dilan satu-satunya novel yang aku harap ceritanya terus berlanjut, dan tidak ingin ada akhir. @TriaFitri


Dilan #2

Dia Adalah Dilanku Tahun 1991

Seri Kedua

Waktu itu, jalan Buah Batu rasanya bukan lagi milik Pemkot, melainkan milik aku dan Dilan, yang sedang berdua di atas motor.
Sebagai keindahan yang nyata bahwa Dinas Bina Marga Bandung telah sengaja membuat jalan itu, khusus untuk kami merayakan hari resmi mulai berpacaran.
Entah bagaimana dengan Dilan, tapi perasaanku saat itu, terasa lebih deras dari hujan dan seperti melambung lebih ringan dari udara.
Entah bagaimana dengan Dilan, tapi di hatiku adalah dia, dengan perasaan hangat yang kupunya. Di kepalaku adalah dia, dengan semua sensasiku dan alam imajinasiku yang melayang.
Kupeluk Dilan sambil mengenang saat pertama kali aku mulai mengenalnya. Teringat kembali tentang semua hal yang sudah dia lakukan selama ini kepadaku. Di antaranya, ada juga yang menjengkelkan, tetapi tetap bisa membuat aku tersenyum.
Sikapnya kepadaku selama ini, agak susah kujelaskan. Dan, selalu sulit bagiku untuk tidak menyukai apa yang sudah ia lakukan. Secara khusus akan bisa membuat aku tertawa, atau minimal membuat aku tersenyum, sisanya membuat aku terjebak pada suatu keadaan yang lebih dari cuma rasa senang.
Ini skenario yang paling menakjubkan dalam hidupku. Bagaimana kemudian dia bisa mengubah pikiranku. Bagaimana kemudian dia bisa mendekor ulang, dan mengubah warna hidupku. Aku tidak mau lagi berpikir mengapa kemudian aku memiliki rasa suka kepadanya. Hidup, memang, tak terduga.
Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.

download buku disini.

Dilan #1

Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990
oleh Pidi Baiq


"Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja." - (Dilan 1990)

"Milea jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu., nanti besoknya, orang itu akan hilang." - (Dilan 1990)

"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli." - (Milea 1990)


download file disini

Rabu, 07 Juni 2017

Humor Orang Madura

Ebook kumpulan humor - humor orang madura, gaya humor orang madura

download link

Terdampar di Rusia - Dinda Hidayanti


Privet! Kini telah launching secara online, Seri ke #2 dari  Terdampar di Rusia. Menghadirkan banyak cerita dari kota Rostov on Don yang berjarak 24 jam dari kota Moscow (dengan menggunakan kereta), semakin heboh dengan kedatangan Dita Cs, Dita adalah adik Dinda yang juga meraih beasiswa dari Federasi Rusia. Kejadian-kejadian baru yang konyol, haru dan aneh juga datang dari mahasiswa baru bernama “Kobel”. Bertambahnya Kobel dan warga baru di Kota Rostov menambah sensasi cerita tersendiri. Kisah si kobel yang kulitnya bersisik, hingga kejadian mengharukan saat Ompong -mahasiswa kedokteran, harus merasakan masuk rumah sakit di Rusia. Masih banyak lagi kisah baru dari buku “Terdampar di Rusia”  seri “Kedinginan di Rusia” yang seru dan heboh!   Selamat membaca! Salam Hangat, Dinda Hidayanti 



Sekotak Cokelat Novel

Apa yang selama ini kita sebut sebagai suatu kesadaran, seringkali justru digerakkan oleh kekuatan alam bawah sadar kita. Itulah realitas yang sebenarnya. Namun, tidak banyak di antara kita yang menyadarinya. Hingga sebagian besar di antara kita terus larut bersama ketidaksadaran tersebut.
Kumpulan cerita yang ada di buku ini sungguh tidaklah biasa. Mungkin sudah banyak Anda membaca karya sastra, novel, cerpen atau puisi, tapi saya akan pastikan bahwa Anda belum pernah menelisik bentuk seperti yang terdapat di buku ini. Rimbunnya tak biasa dan belukarnya sukar diurai, maka kening yang berkerut sepanjang pembacaan buku ini niscaya akan terjadi.
Tapi, kalau Anda pernah menonton film ‘Sun Go Kong’ di televisi, pengembaraan Sun Go Kong -bersama guru dan saudara-saudara seperguruannya- mecari kitab suci tak pernah usai. Membaca buku ini mungkin Anda akan teringat kembali dengan berbagai falsafah kehidupan yang sering terlontar dari lisan Biksu Tong, guru Sun Go Kong di film tersebut. Namun demikian, cerita-cerita di buku ini tetap tidak bisa dikatakan ‘sealiran’ dengan film Sun Go Kong.
Maka, dengan keterbatasan pengetahuan saya perihal sastra dan literasi, setelah menuntaskan membaca buku ini, perkenankan saya untuk menyebut apa yang Ratu Marfuah rangkai ini sebagai sebuah genre baru dalam kesusastraan Indonesia dan atau mungkin juga Dunia!
Seringkali kita mendengar adanya seseorang atau penulis tertentu yang disebut memiliki imajinasi liar. Tapi, kali ini saya akan bersaksi bahwa Ratu Marfuah tidak hanya sekedar liar. Namun, perempuan yang lahir, membesar dan tinggal di tanah Banten ini adalah penulis gila! Bahkan seorang Sujiwo Tejo pun menurut saya, tidak lebih gila dari Ratu Marfuah. Sekali lagi, walau saya telah berhari-hari membaca semua naskah yang penulis berikan ke saya, saya tetap tidak bisa memastikan maksud sesungguhnya yang diinginkan penulis. Entahlah, dengan pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih dalam, mungkin Anda akan memperoleh kesimpulan yang lebih utuh dari saya.
Namun secara garis besar, secara umum, sebenarnya Ratu Marfuah sedang mengajak kita untuk memahami, menerima dan menjalani takdir sebagaimana harusnya. Untuk pesan itu, penulis tidak mengutip ayat-ayat suci atau pun teks-teks bijak dari para cerdik pandai, karena narasi dan diksi yang disuguhkannya seakan merupakan jelmaan dari berbagai kutipan ayat dan ungkapan suci.
Maka, baca buku ini, cerna, pahami dan simpulkan. Anda akan memperoleh kesadaran baru tentang realitas kehidupan. Pun Anda akan mendapatkan apa yang saya sebut sebagai sastra logika kimia. Saya berharap penulis buku ini meniatkan semua yang ditulisnya sebagai karya ibadah, tulus karena Sang Pemilik semua yang nampak atau pun yang tak nampak di Jagad ini, Allah ‘Azza wa Jalla!
Di Udara Antara Kuala Lumpur – Surabaya, 23 Juli 2013
Abrar Rifai – Penulis Novel Laila